![]() |
Ariesta Tri CahyaniAuthor: Ariesta Tri Cahyani
Be urself Language: in Genres: Education, Language Learning Contact email: Get it Feed URL: Get it iTunes ID: Get it |
Listen Now...
TERLENA | Syair Karya Prof. Hamka
Episode 1
Wednesday, 22 July, 2020
Alih Wahana Menurut Sapardi Djoko Damono, alih wahana adalah perubahan dari satu jenis kesenian ke jenis kesenian lain. Dalam pembagian sebelumnya telah disinggung bahwa karya sastra tidak hanya bisa diterjemahkan, yakni dialihkan dari satu bahasa ke bahasa lain, tetapi juga dialihwahanakan, yakni diubah menjadi jenis kesenian lain. Membanding-bandingkan benda budaya seperti novel yang beralih wahana ke film merupakan kegiatan yang sah dan bermanfaat bagi pemahaman yang lebih dalam mengenai hakikat sastra. Kita ambil musikalisasi puisi sebagai salah satu bagian dari kerja alih wahana. Pemusikalan tersebut bukan “seperangkat pengertian”, melainkan peristiwa dunia proses kreatif. Semacam metamorfosis dari kehadiran tiap instrumen; musik dan puisi itu sendiri. Maka, untuk memahami musikalisasi puisi dapat dikatakan “mudah, tapi sulit”; semacam dibutuhkan usaha konkret dari “bunyi yang abstrak”. Alih wahana Syair musikalisasi puisi Syair adalah salah satu jenis Puisi. Kata "Syair" berasal dari bahasa Arab Syu’ur yang berarti "Perasaan". Kata Syu'ur berkembang menjadi kata Syi'ru yang berarti "Puisi" dalam pengertian umum. Syair dalam kesusastraan Melayu merujuk pada pengertian puisi secara umum. Akan tetapi, dalam perkembangannya syair tersebut mengalami perubahan dan modifikasi sehingga syair di desain sesuai dengan keadaan dan situasi yang terjadi. Pemilihan syair ini guna untuk memperkaya keberagaman kebudayaan karya sastra yang ada di Indonesia. makna dari syair Terlena karya Prof. Hamka yakni, jangan menyia-nyiakan waktu di sepanjang usia dalam perjalanan waktu yang menyebabkan diri terlena. Betapa kita sudah menyia-nyiakan waktu dalam hidup ini dan dengan mudah melupakan kewajiban kita untuk beribadah kepada Allah SWT.












