![]() |
Grit & GrowthAuthor: Stanford Graduate School of Business
Meet intrepid entrepreneurs from Africa and South Asia, hear their stories of trial & triumph, and gain insights and guidance from Stanford University faculty and global business experts on how to transform todays challenges into tomorrows opportunities. From securing investment and planning family succession, to mindful leadership and managing in adversity, youll learn firsthand from entrepreneurs and experts on how to develop the grit you need to grow your business in times of crisis and calm. Walk away with actionable information, new perspectives, and fresh inspiration to take your business to the next level. Listeners can also take a deep dive into entrepreneurship with masterclass episodes featuring interviews with Stanford faculty and global experts. Its a unique opportunity to hear about cutting-edge research, get practical business tips, and learn proven leadership strategies from some of the worlds leading thinkers and practitioners.Grit & Growth is brought to you by Stanford Seed, a Stanford Graduate School of Business-led initiative that partners with entrepreneurs in emerging markets to build thriving enterprises that transform lives. About The Host: Darius Teter is executive director of Stanford Seed, a Stanford Graduate School of Business-led initiative that partners with entrepreneurs in emerging markets to build thriving enterprises that transform lives. Darius has held leadership positions at Oxfam America, the Asian Development Bank and with the US Government where his experience included advising governments on economic policy, developing human rights programming, and financing infrastructure megaprojects across Africa, Asia and Latin America. All the while, he remained intrigued by the human experience and our universal drive towards growth and prosperity. Language: en Genres: Business, Entrepreneurship, Investing Contact email: Get it Feed URL: Get it iTunes ID: Get it Trailer: |
Listen Now...
Tangguh dan Pertumbuhan: Kisah Singkat
Episode 18
Thursday, 20 March, 2025
Perkenalkan Denica Riadini-Flesch, seorang mantan ekonom yang menjadi pengusaha. Ia sedih melihat perjuangan para pengrajin dan petani tradisional di pedesaan Indonesia sehingga ia mendirikan perusahaan untuk membantu mengubah hidup mereka. SukkhaCitta adalah merek mode dari petani-ke-lemari, yang mengembalikan daya kepada para perempuan yang membuat pakaian kita. Misinya: mengakhiri eksploitasi terhadap perempuan dan sekaligus meregenerasi planet ini.Menyeimbangkan tujuan dan keuntungan, sekaligus melawan permintaan masyarakat akan fast fashion adalah upaya yang cukup berat. Pakaian murah yang diproduksi oleh peretail pasar massal membebani para perajin kecil di mana-mana. Namun, dampak fast fashion terhadap planet kita bahkan lebih dramatis. Industri ini bertanggung jawab atas 10 persen emisi karbon global. Memproduksi satu kaos katun saja bisa menghabiskan 2.700 liter air. Dan semua tekstil yang dibuang menumpuk di tempat pembuangan sampah, menambah 92 juta ton sampah setiap tahun. Begitu Riadini-Flesch mulai memperhatikan cara pembuatan pakaian, ia tahu bahwa ia harus melakukan sesuatu. “Dalam ekonomi kerajinan, pada dasarnya mereka membuat sesuatu selama enam bulan, dan baru setelah itu mereka mencoba menjualnya. Namun pada saat itu, perempuan tidak memiliki daya tawar. Mereka membutuhkan uang tunai agar keluarga mereka bisa bertahan hidup. Dan itulah mengapa sektor ini juga dipenuhi dengan begitu banyak eksploitasi,” jelasnya.Riadini-Flesch mengambil pendekatan holistik, memperluas akses ke pendidikan dan pasar, dan bisnisnya berfokus pada kalender pertanian, bukan kalender mode. “Kami adalah perusahaan sosial. Apa yang kami lakukan di desa-desa didanai oleh bisnis kami. Jadi pada dasarnya, untuk setiap <pakaian> yang dibeli, pelanggan kami memulai siklus regenerasi di desa-desa kami. Dan karena hanya menggunakan bahan alami dan pewarna alami, pakaian kami hanya butuh sekitar dua hingga empat minggu agar terurai sepenuhnya kembali ke tanah,” katanya.Mempelajari cara mengembangkan bisnis sambil mempertahankan nilai-nilai yang dipegangnya membuat Denica memikirkan kembali definisi kesuksesannya. Ia mengatakan, “Pertumbuhan bukan hal buruk, selama kita tahu apa yang ‘cukup’ bagi kita. Dan begitu kita mencapainya, kita mempertahankannya. Kita mencari cara untuk menjaga semua orang yang terlibat. Kita mencari cara untuk memberi lebih banyak daripada yang kita terima. Dan ketika itu, bisnis bisa benar-benar menjadi kekuatan untuk kebaikan.”Dengarkan kisah inspiratif Riadini-Flesch dan bagaimana ia menciptakan perusahaan sosial yang memberi kesempatan nyata bagi perempuan di Indonesia, bukan hanya bantuan.See Privacy Policy at https://art19.com/privacy and California Privacy Notice at https://art19.com/privacy#do-not-sell-my-info.