![]() |
TalkDisasterAuthor: Prihadi Adhie
Risiko itu dapat dihindari, dikelola, dan dimitigasi. Tapi, jika tidak bisa dikelola, maka akan berubah menjadi krisis. Krisis pun harus dikelola dengan baik jika tidak ingin menjadi bencana. Siniar ini mengulas Manajemen Bencana dari sudut pandang Saya sebagai Jurnalis berlatar belakang Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga Program Studi Manajemen Bencana. Serta buah pikir dari narasumber terkait isu kebencanaan terkini. Salam tangguh bencana!!! Language: in Genres: Personal Journals, Society & Culture Contact email: Get it Feed URL: Get it iTunes ID: Get it |
Listen Now...
Eps. 83 Tambora 1815: Letusan yang Mengubah Iklim Dunia
Episode 83
Sunday, 5 April, 2026
10 April 1815 — Gunung Tambora di Sumbawa meletus dengan kekuatan 10× lebih besar dari Krakatau. Lebih dari 150 km³ material dimuntahkan ke udara. Dalam satu malam, puncak gunung setinggi 4.000 meter hilang sepertiga tingginya. Suara ledakannya terdengar di Jakarta — 1.260 km jauhnya.Setahun kemudian, petani Eropa kelaparan, salju turun di New York bulan Juni, dan Mary Shelley menulis Frankenstein di tepi Danau Jenewa. Semua karena satu gunung di Indonesia.Di Episode 85 ini, Talk Disaster membahas tuntas: fakta ilmiah dari sumber primer, Year Without a Summer 1816, total korban berdasarkan data Zollinger-Oppenheimer-Reid, 5 pelajaran manajemen bencana untuk Indonesia hari ini. 📱 Pantau gunung berapi aktif: magma.vsi.esdm.go.id 🎙️ Talk Disaster — Waspada Ya, Panik Jangan!Tags: Tambora 1815, letusan gunung berapi Indonesia, Year Without a Summer, bencana alam Indonesia, VEI-7, podcast kebencanaan, mitigasi bencana Indonesia, PVMBG, MAGMA Indonesia, Frankenstein Mary Shelley, Cincin Api Pasifik, manajemen bencana







